Coal Sector Outlook 05-07-2010 (BUY): “Hitam manis: BUMI, ADRO, PTBA”
Coal Sector Outlook 05-07-2010 (BUY): "Hitam manis: BUMI, ADRO, PTBA"
-
Masih positif: Walaupun sentiment negative datang dari penurunan outlook pertumbuhan China & kenaikan suku bunga India, curah hujan tinggi di Asia Tenggara menyebabkan suplai dari Australia terganggu & permintaan dari produsen baja di Jepang & Amerika Latin stabil, sehingga positif untuk mempertahankan asumsi kenaikan harga batubara 2011-2012 hingga 13% atau setara dengan 112$/ton.
-
Valuasi sector Indo termurah vs regional: Bila dilihat dari valuasi PER 2009, emitten batubara Indonesia jauh lebih murah daripada pemain regional di Asia lainnya. Sebagai contoh, PER09 sektor batubara kita (13x), masih dibawah PER09 negara terdekat Australia (18x).
|
Negara |
PER09 |
|
COAL |
PER09 |
PBV09 |
ROE09 |
NPM09 |
DER09 |
|
Indonesia |
13x |
|
ADRO |
18x |
3.5x |
19% |
14% |
1.30x |
|
China |
22x |
|
BUMI |
10x |
2.4x |
24% |
10% |
3.64x |
|
India |
26x |
|
ITMG |
17x |
6.6x |
39% |
17% |
0.76x |
|
Australia |
18x |
|
PTBA |
26x |
6.4x |
24.50% |
21% |
0.40x |
Data diambil dari Bloomberg & RTI.
Strategi Portfolio:
1. Adaro Energy: (BUY) (TP-1-bulan-Rp.2.200)
-
Diuntungkan dari kenaikan asumsi harga batubara 2011-2012 hingga $112/ton
-
Optimis perbaikan di produksi batubara untuk 2010-2011 sebesar 10%
-
Pasar mulai price-in efek earnings 2 tahun kedepan dari aqusisi tambang Maruwai di Papua.
2. BUMI: (BUY)(TP-1-bulan-Rp.2.100)
-
Rencana rights issue tanpa HMTED di Rp.2.360 (Sept 31) & penjualan asset anak perusahaan untuk melunasi hutang $1bn merupakan langkah tepat dalam memperbaiki struktur finansail yang sempat membuat ancaman downgrade bond rating.
-
Resiko investasi sepandan dengan valuasi PBV/PER 09 termurah di sektornya
3. PT Bukit Asam: (BUY) (TP-1-bulan-Rp.17.700)
-
Perbaikan margin PLN pasca kenaikan TDL membuka potensi adjustment harga jual batubara yang belum mengambil kenaikan harga batubara dari $80/ton ke $100/ton.
-
Valuasi perusahaan belum priced-in factor cadangan batubara yang akan naik pasca pembangunan rel kereta api yang rampung 2014.
Yuganur Wijanarko
Senior Research.
This document has been prepared by PT. HD Capital Tbk. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. HD Capital Tbk is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. HD Capital Tbk accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. HD Capital Tbk. Ó 2010. All rights reserved.

