Welcome to HD Website      
Back to main page
  Equity Research Weekly Market Outlook
Weeky Market Outlook 13-09-2016
IHSG sulit koreksi ke 5.100, banteng sambut 5.410-5.470
 
Banteng menangis, beruang tak mengubris: Aksi penjualan pelaku pasar dari kaum beruang akibat volatilitas regional dan expektasi bahwa IHSG akan terkoreksi ke 5.100, dilawan oleh pengikut kaum beruang yang melakukan pembelian cukup aggresif di saham big cap index drivers dan lapis dua pilihan telah membuat IHSG suilt untuk turun dibawah 5.250 sehingga skenario kaum beruang untuk IHSG 5.100 kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Secara teknikal rally IHSG ke 5.410-5.470 lebih
 
Perhatikan rupiah dan minyak : Kami melihat bahwa penguatan rupiah dari 13.350 ke 13.050 selama sepekan ketika IHSG sideways di level 5.300-5.400 merupakan tanda bahwa memang ada dana masuk ke bursa lewat aksi pengikut kaum banteng sehingga membuat IHSG sulit untuk koreksi dibawah 5.280. Harga minyak WTI yang cenderung bergerak ke arah $50/b bila kuat diatas support $45/b cukup positif untuk mendongrak IHSG (korelasi antara minyak dan IHSG searah). Saran untuk pekan depan adalah akumulasi saham perbankan big cap BUMN yang cukup ketinggalan serta konsentrasi juga di ASII dan TLKM.
 

Stock picks & 1-week targets: (BUY: ASII, BBRI , BMRI, TLKM)


1. Astra International (ASII)  (BUY) (Trading target: Rp.8.450-8.650) 

Entry buy (1) Rp.8.200, Entry buy (2) Rp.8.075, Cut loss point: Rp.7.975

 

2. Bank BRI  (BBRI) (BUY) (Trading target: Rp.11.975-12.200)

Entry (1) Rp.11.725, Entry (2) Rp.11.625, Cut-loss point: Rp.11.475

 

3. Bank Mandiri (BMRI) (BUY) (Trading target Rp.11.350-11.550)

Entry: (1) Rp.11.000, Entry (2) Rp.10.850, Cut loss point Rp.10.650

 

4. Telekomunikasi (TLKM) (BUY): (Trading target Rp.4.350-4.350) 

Entry: (1) Rp.4.080, Entry (2) Rp.4.010, Cut loss point Rp.3.960

 

 (Disclaimer on) Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya  bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.

 

(Disclaimer on) This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia.  The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved

 

 Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com)

©2012-2019 - PT. Himalaya Energi Perkasa Tbk. - All rights reserved