Welcome to HD Website      
Back to main page
  Fixed Income eLearning
Apakah Itu Obligasi ?

Obligasi adalah instrumen hutang dalam bentuk sekuriti yang diterbitkan oleh pemerintah, korporasi, atau penerbit lainnya ditujukan untuk mengumpulkan dana. Penerbit obligasi akan membayarkan kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat jatuh tempo pembayaran.


Manfaat berinvestasi dalam obligasi

  1. Umumnya, obligasi memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan deposito berjangka dengan jangka waktu yang sama.
  2. Obligasi memberikan pendapatan bunga yang reguler selama jangka waktu berlakunya.
  3. Obligasi dapat dicairkan sebelum jatuh tempo.
  4. Tersedia beragam obligasi dengan banyak pilihan jangka waktu.
  5. Saat harga obligasi naik, apresiasi modal turut memberikan keuntungan.

Obligasi pemerintah atau biasa juga disebut government bond adalah suatu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintahan suatu negara dalam denominasi mata uang negara tersebut. Obligasi pemerintah dalam denominasi valuta asing biasa disebut dengan obligasi internasional (sovereign bond).

Resiko

Obligasi pemerintah biasa disebut juga dengan \"obligasi bebas risiko\" sebab pemerintahan suatu negara dapat menaikkan pajak ataupun mencetak uang guna melunasi pembayaran obligasinya pada saat jatuh tempo. Memang terdapat catatan dimana obligasi pemerintah ini mengalami gagal bayar seperti yang terjadi pada pemerintah Rusia di tahun 1998 yang disebut krisis keuangan Rusia, walaupun ini sangat langka terjadi.

Sebagai contoh, obligasi pemerintah di Amerika yang disebut \"Treasury securities\" adalah dalam denominasi mata uang US dollar dan merupakan investasi dalam US dollar yang bebas risiko. Dalam hal ini yang dimaksud dengan \'bebas risiko\" adalah berarti aman dari risiko kredit. Namun risiko lainnya masih ada misalnya risiko nilai tukar bagi investor asing dimana nilai US dollar ini melemah terhadap mata uang negara lain. Juga terhadap risiko inflasi dimana pada saat jatuh tempo pelunasan obligasi tersebut nilai yang diperoleh investor mengalami pelemahan daya beli akibat inlasi lebih besar daripada imbal hasil yang diperoleh. Banyak pemerintahan menerbitkan obligasi indeks inflasi yang melindungi investor terhadap risiko inflasi.

Obligasi pemerintah ini dapat juga mengandung risiko apabila diterbitkan oleh pemerintah suatu negara yang negaranya memiliki kapabilitas kebijakan finansial yang kurang bagus. Misalkan saja Bulgaria yang memiliki ketergantungan pada ekonomi dunia dan lembaga ekonomi dunia melebihi negara lainnya misalnya Amerika. Beberapa obligasi negara ini memperoleh peringkat dalam skala A- setelah tahun 2004. Pada bulan Februari February 2006 Standard & Poor\'s memberikan peringkat terjadap hutang jangka panjangBulgaria dalam mata uang domestiknya pada skala BBB+. Dan peringkat ini adalah sebagai hasil selama beberapa dekade mengalami penurunan risiko ( dan kenaikan peringkat).

Jenis Obligasi Indonesia

Peringkat : B+/Bb Diterbitkan oleh: Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan Republik Indonesia

  1. Surat Utang Negara (SUN)
  2. Surat Perbendaharaan Negara (SPN) jangka waktu maksimal 12 bulan dengan pembayaran bunga sisitim diskonto.
  3. Obligasi Negara ; jangka waktu diatas 12 bulan
  4. Tanpa kupon :pembayaran bunganya tercermin secara implisit di dalam selisih antara harga pada saat penerbitan dan nilai nominal yang diterima pada saat jatuh tempo
  5. Dengan kupon : pembayaran bunganya dihitung dengan persentase tertentu atas nilai nominal dan dibayarkan secara berkala
  6. Berbunga tetap
  7. Berbunga mengambang
  8. Obligasi berdenominasi valuta asing
  9. Obligasi Republik Indonesia ( ORI) yaitu SUN ritel yang dijual kepada investor publik dengan nilai nominal per lembarnya Rp. 5.000.000

 

Kontak : Direktorat Pengelolaan Moneter - Bagian Penyelesaian Transaksi Pengelolaan Moneter (PTPM)
Telp(021)381-8353, Fax(021)231-0171

©2012-2014 - PT. HD Capital Tbk. - All rights reserved